Summary of all updates on this website New infos, annoucements, events can be found in here Information about our classes in cities all around Indonesia Good memories, captured on digital cameras Short descriptions about who we are

MENAPAK JEJAK TRADISI KERCOPAN ART FESTIVAL II 2016

posted on 2016-03-26 10:19:58

LATAR BELAKANG

            Padepokan Tari Langen Kusuma, sebuah kekuatan kebersamaan kelompok pekerja seni kampung Kercopan yang berangkat dari gagasan sederhana dengan niat yang tulus ikhlas, untuk senantiasa mendesahkan nafas seni tradisi. Kami Padepokan Tari Langen Kusuma berusaha bergerak mengalir melintasi ruang dan waktu menapaki jejak-jejak seni tradisi  yang barangkali masih berserak. Sebuah kesadaran batin untuk; menggali, menemu kenali, mengolah dan kemudian mengembangkannya sesuai jiwa jamannya, agar senantiasa terjaga eksistensinya kini dan di masa yang akan datang.  Oleh karena itu pada kesempatan yang indah ini; kami Segenap warga masarakat kampung Kertosari Cokromenggalan, Patihan Wetan (Kercopan) dan Padepokan Tari Langen Kusuma; mempersembahkan pergelaran seni Kercopan Art Festival II 2016 dengan tajuk “Menapak Jejak Tradisi” sebagai termin pembuktian usaha kami dalam menapaki jejak tradisi melalui presentasi karya untuk semua masyarakat penikmat seni.

PELAKSANAAN

·        IRING-IRINGAN REYOG PONOROGO

Hari/Tanggal

:

Sabtu, 21 Mei 2016

Waktu

:

Jam 13.30-17.00 WIB

Tempat

:

Jl. Batoro Katong - dari Balai Kelurahan Cokromenggalan-Panggung  Utama KAF 2016

 

·        PERGELARAN KERCOPAN ART FESTIVAL

Hari/Tanggal

:

Sabtu, 21 Mei 2016

Waktu

:

Jam 19.30 WIB - Selesai

Tempat

:

Panggung Utama KAF 2016 (Halaman Gedung Joang / Kantor Panwaslu Ponorogo, Jl. Batoro Katong No. 111)

 

KONSEP PERGELARAN

Pada pergelaran kali ini kami kemas dengan tata panggung bernuansa etnik kampung era 80-an, yang menempatkan panggung terbuka, dengan desain skenografi  artistik warung kopi kampung berikut pernak-pernik yang khas. Tata lampu (lighting design) di kemas mewah namun klasik nan penuh kesan dan makna, agar nampak local genius kampung tradisional yang mengkini (kontemporer). Ikon-ikon pagar bambu, lampu tempel minyak tanah, setting rumput ilalang dan atap warung rumbia akan mewarnai ruang klasik sebuah warung kopi kampung, yang dilengkapi dengan jajanan pasar, wedang jahe gepuk dan kopi kampung, serta teh tubruk sebagai hidanganya yang tersaji secara gratis. Demikian halnya juga garap ruang akustik sound system akan di kemas lembut dan bersahabat (jauh dari kata brisik) sehingga menyatu dengan konsep garap audio klasik. Oleh karena itu, sajian musik keroncong di penghujung acara akan mampu membawa penikmat seni bernostalgia ke era 80-an yang romantis nan penuh makna.


Ruang apresiasi penikmat seni tidak berhenti sampai di situ, karena kami juga akan menghadirkan Seniman Maestro tari tradisi Indonesia, Ibu Elly D. Lutan dari Deddy Lutan Dance Company (DLDC) Jakarta, untuk memanjakan mata penikmat seni Ponorogo sekaligus memberikan pengalaman baru bersinergi dengan sang empunya tari Indonesia. Sementara itu di wilayah musik, kami juga menghadirkan komposer musik tradisi kontemporer Joko Porong Winarko dari Surabaya untuk memberikan apresiasi tetang alternatif pengembangan garap musik tradisional yang progresif. Setelah menikmati musik progresif Joko Porong, kami bawa penonton menuju Pulau Sumatera, dimana akan hadir pula garap tari bernafaskan melayu dari komunitas Agus Sangishu Lampung. Kemudian juga banyak tari tradisional persembahan dari Padepokan Tari Langen Kusuma, yang bakal kami sajikan dengan cara berbeda (bukan konvensional), yaitu penyajian tari dengan konsep garap artistik yang memukau dan lain daripada yang lain, dengan balutan tata lampu dan setting, serta garap ruang panggung klasik. Dengan demikian, kami berharap, masyarakat penikmat seni benar-benar mendapat pengalaman baru sekaligus apresiasi estetik (keindahan) yang berkesan romantis penuh makna dan tak terlupakan.